Ringkasan Materi Kecakapan Antar Personal Dan Etika
1. Manajemen Konflik
Manajemen konflik memang harus dilakukan agar dapat mengelola konflik dengan baik agar tidak menyebabkan hal negatif. Seperti perpecahan, permusuhan, dan persaingan yang tidak sehat. Hal negative tersebut akan memicu ketidaknyamanan antara si pelaku itu.Sebelum kita membahas apa itu manajemen konflik,kita harus mengetahui pengertian dari kata manajemen dan konflik terlebih dahulu, agar kita lebih paham mengenai dua kata tersebut.
Apa itu manajemen ?
Agar lebih efisien membahas manajemen,disini ada beberapa poin yang berkaitan dengan manajemen
diantaranya :
Usaha/Cara => seperti penyusunan,penyelenggaraan, pengorganisasian, dan usaha lain nya.
Pelaku => baik individu maupun kelompok, seperti instansi pemerintah,organisasi,golongan komunitas, dan lain sebagainya.
Sumber daya => hal berupa makhluk hidup, barang, waktu, tempat, dan hal yang lainnya.
Tujuan tertentu => seperti hal yang akan dicapai atau target.
Nah, jadi dari poin-poin tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan manajemen adalah usaha/cara penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien oleh individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh dari manajemen yaitu Ketika saya merencanakan kegiatan reuni dengan teman SMK, kemudian pergi ke tempat reuni tersebut, dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan teman SMK.
Apa itu konflik ?
Setelah kita membahas mengenai manajemen beserta contohnya, kemudian selanjurnya kita bahas mengenai konflik juga. Nah, agar lebih efesien juga kita bagi kebeberapa poin yang berfokus pada konflik, diantaranya :
Keadaan => tidak ada kerukunan, tapia da percekcokan atau ketidak sepahaman dan beda pemikiran.
Ada “Antara” => pasti terjadi antara satu orang dengan orang lainnya, atau sesuatu dengan sesuatu lainnya. Tidak mungkin tunggal ataupun individu.
Bersifat dinamis => artinya perkembangan lingkungan bisa memengaruhinya.
Menimbulkan akibat => dari mulai akibat kecil yaitu pertengkaran sampai dengan akibat besar yaitu pemusnahan.
Jadi, kesimpulan dari poin-poin diatas bahwa konflik merupakan keadaan dimana di antara satu orang dengan orang lain nya mengalami ketidak sepahaman atau tidak satu pikiran, dan bersifat dinamis dan berakibat pada kehidupan atau kelangsungan hidup orang-orang tersebut.
Adapun menurut kamus besar Bahasa Indonesia. Konflik adalah percekcokan, perselisihan atau pertentangan baik dari segi pemikiran atau kebijakan.
Contoh dari konflik yaitu misalnya adu pendapat antara tokoh agama (ulama) x dan tokoh agama (ulama) y, sehingga membuat para pendukungnya juga ikut berkonflik.
Apa itu Manajemen konflik?
setelah kita membahas apa itu yang dimaksud dengan manajemen dan konflik beserta contohnya, selanjutnya kita akan mebahas mengenai manajemen konflik sesungguhnya, tidak di pisah lagi ya teman-teman nah, apa sih yang dimaksud dengan manajemen konflik ?kita ambil dari kesimpulan yang telah dibahas sebelumnya, jadi manajemen konflik adalah sebuah usaha atau cara yang dilakukan oleh para pelaku konflik atau orang ketiga secara rasional dan seimbang, dalam rangka pengendalian situasi dan kondisi perselisihan yang terjadi antara beberapa pihak.
Contohnya guru BK memanggil kedua murid yang sedang berseteru ke ruangan nya, untuk menyelesaikan perseteruan tersebut dan agar kedua murid Kembali akur.
Berikut ini adalah beberapa jenis konflik yang biasa kita temukan di dalam kehidupan bermasyaraka
1. Konflik Pribadi atau antar individu
2. Konflik Agama
3. Konflik Rasial
4. Konflik Antar Kelas Sosial
5. Konflik Sosial
6. Konflik Politik
7. Konflik Internasional
- Penyebab Konflik
Konflik dapat terjadi karena adanya suatu penyebab. Sehingga akan menimbulkan suatu konflik. Adapun beberapa penyebab konflik secara menyeluruh diantaranya:
-Perbedaan individu
-Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok
-Perbedaan latar belakang kebudayaan
- Cara Mengatasi Konflik
Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi suatu konflik.
1. Kompetisi
2 Acomodating
3.Avoiding
4.Compromising
5.Colaborating
6.Competing
7. Conglomeration
- Strategi Manajemen Konflik
1. Pengenalan
2. Diagnosa
3. Menyepakati Solusi
4. Pelaksanaan
5. Evaluasi
2. Penyelesaian Masalah
Ada 2macam rumus untuk menyelesaikan masalah diantaranya :
Langkah Menyelesaikan Masalah dengan 3M
• Mengidentifikasi masalah dengan menguraikannya
• Mengumpulkan alternatif penyelesaian masalah
• Memilih alternatif dan Melakukan Evaluasi
Langkah Menyelesaikan Masalah dengan BTS
• Berdiskusi
• Terbuka
• Sepakat
paling penting yang harus diingat adalah setiap masalah itu pasti ada solusinya.
3. Motivasi
Apasih yang dimaksud dengan motivasi? Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai – nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai tujuan individu.
Fungsi Motivasi
• Untuk menentukan arah langkah
• Untuk memutuskan sesuatu
• Untuk memilih sesuatu
• Untuk tetap semangat ketika melakukan sesuatu
• Untuk mendapatkan sesuatu
4. Kepemimpinan
umumnya sikap kepemimpinan harus dimiliki oleh seseorang dalam memimpin sebuah pekerjaan atau organisasi. menjadi seorang pemimpin tentu tidaklah mudah. Pada dasarnya, para pemimpin akan memengaruhi para tim/anggota. Supaya anggota kelompok dapat melakukan pengorbanan secara pribadi. Pengorbanan tersebut digunakan demi tujuan organisasi. Oleh karena itu, para pemimpin diharapkan memiliki kewajiban khusus dalam mempertimbangkan etika, saat akan mengambil sebuah keputusan.
5. Komunikasi
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Jenis komunikasi terdiri dari :
• Komunikasi verbal dengan kata-kata
• Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal. contohnya seperti gerak isyarat.
6. Kerja sama Tim
Bagaimana Cara Membangun Kerjasama Tim yang Baik
Kerja bersama artinya kerja tidak sendirian. Semua anggota kelompok harus tahu dan yakin bahwa tujuan tidak akan tercapai jika tidak berkerja bersama.
Tujuan akan tercapai jika masing-masing anggota mengerti satu sama lain, lantas bekerja bersama dengan satu arahan yang jelas.
Bagaimana caranya?
-Pemimpin Kelompok yang Paham Tujuan Kelompok
-Waktu Menyenangkan Bersama
-Upgrade Kemampuan Bersama
-Manfaat Kerjasama Tim Bagi Perusahaan
-Memunculkan Ide atau gagasan baru dan bervariasi
7. Etika Profesi
Etika profesi adalah sekumpulan panduan atau aturan dalam melakukan sesuatu agar profesionalitas dalam bekerja tetap terlaksana. Etika profesi dicipatkan untuk menciptakan suasana bekerja yang nyaman dan aman bagi pekerja dan orang lain dalam lingkungan kerja. contoh etika profesi dalam bidang akuntansi :
Sebagai profesi yang memiliki peran penting dalam bidang ekonomi, perkembangan profesi akuntan harus dibarengi dengan kode etik agar terjaga mutu dan kepercayaan terhadap jasa profesi ini.
Dalam keputusan yang dibuat oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), terdapat prinsip-prinsip yang harus senantiasa melekat pada diri seorang akuntan. Prinsip tersebut di antaranya adalah:
-Perilaku Profesional. Setiap anggota harus berperilaku konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
-Tanggung Jawab Profesi. Seorang akuntan dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional terhadap semua kegiatan yang dilaksanakannya.
-Standar Teknis. Setiap kegiatan harus mengikuti standar teknis dan standar profesional yang relevan.
-Kepentingan Publik. Anggota akuntan profesional berkewajiban untuk bertindak dalam rangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik serta menunjukkan sikap profesionalisme.
-Integritas. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
-Kerahasiaan. Mengingat akuntan adalah profesi yang berhubungan langsung dengan data keuangan, maka sudah sepatutnya harus mampu memegang prinsip kerahasiaan.
-Objektivitas. Setiap anggota harus menjaga objektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
-Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional. Kompetensi adalah salah satu penjamin mutu dan kualitas layanan dari seorang profesional di bidang jasa.
8. Manajemen Waktu
belajar cara memanajemen waktu dengan sebaik mungkin karena salah satu sifat waktu adalah hal yang tidak bisa diulangi. Kita belajar lebih menghargai waktu supaya bisa mencapai suatu Produktivitas dan Efisiensi yang lebih besar. Manajemen Waktu pada dasarnya yakni suatu kemampuan dalam merencanakan, mengorganisasikan dan mengaturkan waktu yang akan dihabiskan untuk bisa melakukan kegiatan tertentu secara efektif demi untuk mencapai tujuan. Cara manajemen waktu dengan baik antara lain :
• Membuat Daftar Agenda
• Mengatur Prioritas utama
• Belajar mengenali waktu produktif
• Jangan menunda-nunda waktu
• Fokus terhadap apa yang telah menjadi prioritas dan daftar agenda
• Abaikan gangguan yang ada disekitar
9. Persiapan Sebelum Mendapatkan Pekerjaan
Apasih yang harus dipersiapkan sebelum mendapat kerja? minggu kemarin di pertemuan terakhir kita membahas materi ini. yang harus dipersiapkan oleh kita sebelum mendapatkan pekerjaan yaitu :
• Ikut internship atau magang
• Rajin ikut organisasi
• Rajin ikut karir ekspo
• Mengasah skill dan tingkat percaya diri
• Berusaha dan berdoa
krmarin juga kita belajar tips Interview ala Eza Hazami HRVlogger
5 hal yang harus diperhatikan sebelum interview :
• Outfit
• Attitude is everything
• Communication is Key
• Kompetensi dan skill harus lolos syarat
• Tunjukan antusiasme
Menulis Surat Lamaran Kerja dan Resume yang Baik
Kita harus teliti dan rapih dalam menulis surat lamaran kerja. untuk membuat surat lamaran yang baik kita bisa melihat referensi dari orang lain lewat google sedangkan untuk resume banyak sekali desain menarik yang bisa kita tiru contohnya dari aplikasi canva.
10. Antisipasi kegagalan
Hal yang bisa di petik dari materi ini yaitu kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. kegagalan bukan berarti kamu berhenti disitu saja. Sikap apa saja sih yang sebetulnya harus dimiliki seseorang agar dapat menerima dan mengantisipasi kegagalan? Beberapa sikap yang harus kita miliki di antara lain adalah sebagai berikut :
• Opitimis yakin kepada Allah
• Istiqomah dengan Ikhtiar
• Tawakal
• Ikhlas.
Sumber : azwaribrahim.com
Komentar
Posting Komentar